Hubungan Jumlah Anggota Keluarga, Pendapatan Orang Tua, dan Nominal Uang Saku terhadap Kebiasaan Makan Siswa SMA 2 Raha
Kata Kunci:
Kebiasaan makan, Jumlah anggota keluarga, Pendapatan, Uang saku, SiswaAbstrak
Perilaku makan tidak sehat pada remaja menjadi masalah global yang berkontribusi terhadap peningkatan obesitas dan penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jumlah anggota keluarga, pendapatan orang tua, dan uang saku terhadap kebiasaan makan siswa SMA 2 Raha. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2025. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 15 tahun (45,0%) dengan distribusi gender yang seimbang. Sebagian besar keluarga memiliki pendapatan di bawah UMR (67,5%) dan memberikan uang saku kategori kurang (92,5%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pendapatan merupakan satu-satunya variabel yang berhubungan signifikan dengan kebiasaan makan (p=0,020), di mana kelompok pendapatan rendah justru memiliki proporsi kebiasaan makan baik yang lebih tinggi (44,4%) dibandingkan kelompok pendapatan tinggi (7,7%). Variabel jumlah anggota keluarga (p=0,143) dan uang saku (p=0,974) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulannya, status ekonomi keluarga, khususnya pendapatan, berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan siswa, namun pendapatan yang tinggi tidak selalu menjamin pola makan yang lebih sehat. Disarankan adanya edukasi gizi yang merata bagi seluruh siswa tanpa memandang status ekonomi.




