Gambaran Persepsi Resiko Belanja Online masyarakat Indonesia di Masa Pandemic Covid-19
Kata Kunci:
Persepsi, Belanja, Online, PandemikAbstrak
Perubahan perilaku konsumen di Indonesia, terhadap aktivitas berbelanja online meningkat 400% semenjak awal pandemi Covid-19. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh 128 responden di seluruh Indonesia bahwa transaksi belanja ritel secara daring terjadi peningkatan yaitu dari 4,7 persen menjadi 28,9 persen selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Namun, belanja online juga memiliki masalah besar di seluruh dunia, konsumen merasa tidak nyaman dan enggan untuk membeli secara online karena banyak risiko dan menjadi hambatan. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran persepsi resiko belanja online selama masa pandemic covid-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional method. Penelitian explanatory survey terhadap obyek dilapangan dengan mengambil sampel dari suatu populasi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis komparatif dengan uji beda (paired sample T-test). Hasil penelitian ini yaitu konsumen menyadari akan adanya risiko yang ditimbulkan karena pembelian secara online, namun mereka tidak mempertimbangkan risiko yang ada dan tetap melakukan pembelian secara online apalagi dimasa pandemi saat ini perilaku konsumen berahlih disebabkan karena adanya kebijakan pemerintah membatasi keluar rumah. Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran persepsi risiko masyarakat terhadap belanja online selama masa pandemi COVID-19 mengalami perubahan dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.




