Dampak Perilaku Seks Berisiko terhadap Risiko Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja: Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.54619/7vr8sf22Kata Kunci:
perilaku seks berisiko, infeksi menular seksual, remaja, systematic literature reviewAbstrak
Masa remaja adalah periode transisi dengan rasa ingin tahu tinggi dan pengaruh kuat kelompok sebaya, sehingga remaja rentan terlibat perilaku seks berisiko seperti hubungan seksual pranikah, berganti-ganti pasangan, dan hubungan seksual tanpa kondom. Perilaku ini berkontribusi terhadap tingginya risiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada remaja. Tujuan: Mengkaji dan merangkum bukti ilmiah mengenai dampak perilaku seks berisiko terhadap risiko penularan IMS pada remaja melalui pendekatan systematic literature review. Metode: Penelusuran literatur dilakukan pada Google Scholar, Garuda, PubMed, dan repositori jurnal nasional dengan kata kunci "perilaku seksual berisiko", "remaja", dan "infeksi menular seksual" untuk publikasi tahun 2015–2024. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi diringkas dan dianalisis secara naratif.Hasil: Perilaku seks berisiko,hubungan seksual pranikah, berganti pasangan, minimnya penggunaan kondom, dan paparan pornografi, berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko IMS. Faktor yang memengaruhi meliputi rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, akses internet dan pornografi, serta lemahnya komunikasi orang tua-anak.Pembahasan: Pemahaman rendah tentang risiko dan pencegahan IMS memperbesar peluang remaja berperilaku seksual berisiko. Edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah, konseling sebaya, dan peningkatan akses layanan kesehatan reproduksi remaja terbukti efektif sebagai upaya pencegahan.Kesimpulan: Perilaku seks berisiko berhubungan erat dengan meningkatnya risiko penularan IMS pada remaja, sehingga diperlukan intervensi edukatif dan promotif berkelanjutan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan.




