PERSEPSI IBU NIFAS TERHADAP BUDAYA POSTPARTUM CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAARA DESA BANGGAI

Authors

  • hikmah hidayah Author
  • Mika Sugarni Author
  • Sitti Nurlyanti Sanwar Author

DOI:

https://doi.org/10.54619/z48fpt98

Keywords:

Masa nifas, budaya, Mandi air Panas, pantangan makanan, persepsi ibu

Abstract

Latarbelakang: Masa nifas adalah periode penting pemulihan, namun di Suku Muna, praktik perawatan tradisional seperti mandi air panas dan pantangan makanan masih diterapkan, yang tidak seluruhnya sejalan dengan prinsip medis modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu nifas terhadap budaya mandi air panas dan pantangan makanan pada masa nifas di Desa Banggai, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Sebagian besar ibu nifas memiliki persepsi positif terhadap mandi air panas karena dianggap mempercepat pemulihan dan mengurangi pegal. Pantangan makanan juga dipatuhi untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, meskipun berlebihan dapat menyebabkan kekurangan gizi. Tenaga kesehatan memberikan edukasi agar praktik budaya tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Kesimpulan: Budaya ini tetap integral, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif antara tenaga kesehatan dan masyarakat untuk menyeimbangkan nilai budaya dan prinsip kesehatan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Published

2025-11-15

How to Cite

PERSEPSI IBU NIFAS TERHADAP BUDAYA POSTPARTUM CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAARA DESA BANGGAI. (2025). Jurnal Sains, Health, Hukum Dan Edukasi , 1(2), 60-69. https://doi.org/10.54619/z48fpt98

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.