Pemanfaatan Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) Sebagai Bioherbisida Sederhana Pengendalian Gulma Di Kebun Jeruk DesaTampo, Kecamatan Napabalano
DOI:
https://doi.org/10.54619/f4k5y556Keywords:
bioherbisida Dioscorea hispida, gulma, kebun jeruk, pengabdian kepada masyarakat, bioherbisida, Dioscorea hispidaAbstract
Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya jeruk karena keberadaannya dapat mengurangi produktivitas tanaman melalui persaingan dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya matahari, dan ruang tumbuh. Penggunaan herbisida sintetis yang dilakukan secara terus-menerus berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan, dan kesuburan tanah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan umbi gadung (Dioscorea hispida) sebagai bahan baku bioherbisida sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Mei 2025 di Desa Tampo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, dengan melibatkan masyarakat pengelola lahan perkebunan. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi penggunaan bioherbisida. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi dan identifikasi kebutuhan, dilanjutkan dengan penyampaian materi, praktik pembuatan bioherbisida, serta aplikasi awal pada lahan perkebunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif dan antusias terhadap pemanfaatan umbi gadung sebagai alternatif pengendalian gulma. Selain memperoleh pemahaman mengenai kandungan senyawa aktif pada umbi gadung, peserta juga memperoleh keterampilan praktis dalam proses pembuatan dan penerapan bioherbisida. Kegiatan ini mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai solusi pengendalian gulma yang lebih aman, ekonomis, dan berkelanjutan. Penggunaan bioherbisida berbahan umbi gadung diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap herbisida kimia sekaligus mendukung penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan.




