Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Penyakit MenularHIV/AIDS di Desa Ghonsume
DOI:
https://doi.org/10.54619/ar563579Kata Kunci:
NAPZA, HIV/AIDS, Kuliah Berbasis Komunitas, Pengetahuan Remaja, Pemberdayaan masyarakatAbstrak
Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) serta penyebaran HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Desa Ghonsume, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muna tahun 2025, tercatat 19 kasus HIV/AIDS terkonfirmasi, sementara Indeks Kerawanan NAPZA di desa ini berada pada angka 2,41 (kategori siaga). Survei awal terhadap 126 responden menunjukkan tingkat pengetahuan yang masih rendah, yaitu 76,2% berpengetahuan buruk tentang HIV/AIDS dan 56,3% berpengetahuan buruk tentang NAPZA. Kondisi ini diperburuk oleh stigma sosial terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan tingginya kerentanan remaja serta usia produktif terhadap perilaku berisiko. Sebagai respons, dosen dan mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Berbasis Komunitas (KBK) di Desa Ghonsume pada Maret-April 2026, menggunakan metode partisipatif-edukatif berupa observasi, wawancara, penyuluhan, dan diskusi interaktif bersama masyarakat, BNN, Polres, puskesmas, dan tokoh desa. Program ini meliputi pembentukan Komunitas Sadar HIV & NAPZA, penyuluhan kelompok, serta pendirian Rumah Informasi Anti Narkoba dan HIV. Evaluasi kualitatif menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengertian, cara penularan, pencegahan, gejala, serta pengurangan stigma terhadap ODHA, juga peningkatan pengetahuan tentang jenis, dampak, faktor risiko, dan pencegahan NAPZA. Kegiatan ini berhasil memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membentuk agen perubahan lokal (duta kesehatan), sehingga pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah HIV/AIDS dan NAPZA meningkat secara signifikan.




