Strategi Kolaborasi Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba dan Penyakit Menular (HIV/AIDS ) di Desa Lagasa
Kata Kunci:
NAPZA, HIV/AIDS, Pengabdian Masyarakat, PencegahanAbstrak
ABSTRACT
Drug abuse (NAPZA) and HIV/AIDS remain serious public health problems that require collaborative and sustainable prevention efforts at the community level. This community service activity aimed to increase public awareness and understanding of drug abuse and HIV/AIDS prevention through a collaborative approach in Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. The activity was conducted from November to December 2025 using participatory-educative methods, including observation, interviews, counseling sessions, and interactive discussions involving community members, local leaders, health workers, and related institutions such as BNN and the local health office. The results showed an increase in community participation, knowledge, and awareness regarding the dangers of drug abuse and the modes of HIV/AIDS transmission and prevention. The collaboration between stakeholders strengthened the effectiveness of educational activities and encouraged positive changes in attitudes toward healthier and safer behaviors. In conclusion, collaborative and participatory educational strategies are effective in improving community understanding and supporting the prevention and control of drug abuse and HIV/AIDS at the village level.
Keywords: drugs; HIV/AIDS; collaboration; community empowerment; prevention
ABSTRAK
Penyalahgunaan NAPZA dan HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna mengenai pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan HIV/AIDS. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2025 dengan metode partisipatif-edukatif melalui observasi, wawancara, penyuluhan, dan diskusi interaktif yang melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta mitra terkait seperti BNN dan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi, pemahaman, dan kesadaran masyarakat tentang bahaya NAPZA serta cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Kolaborasi antara berbagai pihak terbukti memperkuat efektivitas kegiatan dan mendorong perubahan sikap menuju perilaku hidup sehat dan preventif. Dengan demikian, strategi kolaboratif berbasis pemberdayaan masyarakat efektif dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan NAPZA dan HIV/AIDS di tingkat desa.
Kata kunci: NAPZA; HIV/AIDS; kolaborasi; pengabdian Masyarakat; pencegahan




