Efektivitas Intervensi Berbasis Komunitas Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Bayi: Systematic Review
DOI:
https://doi.org/10.54619/7r84zd66Keywords:
komunitas, Ibu dan Anak, Kematian, sistematic reviewAbstract
Latar Belakang. Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi persoalan kesehatan global yang kritis, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sehingga intervensi berbasis komunitas meliputi pelatihan kader kesehatan, kunjungan rumah, kelas ibu hamil, kelompok perempuan partisipatif, dan teknologi kesehatan berbasis telepon seluler—banyak diterapkan untuk memperkuat kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas intervensi berbasis komunitas dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode. Tinjauan disusun menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada diagram PRISMA, meliputi tahap screening judul, abstrak, dan full-text review terhadap 15 artikel yang dipublikasikan antara 2021-2026 dengan fokus pada program tenaga kesehatan komunitas, kelas ibu hamil, pemberdayaan kader posyandu, intervensi mobile health, paket perawatan bayi baru lahir terintegrasi, serta nilai budaya lokal. Hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan dan pemberdayaan kader komunitas, pelaksanaan kelas ibu hamil secara rutin, serta kunjungan rumah terstruktur secara konsisten meningkatkan kunjungan antenatal, pertolongan persalinan oleh tenaga terlatih, dan praktik perawatan neonatal esensial, sementara uji coba acak berkelompok terhadap paket perawatan bayi baru lahir berbasis komunitas dan kanguru mother care terbukti efektif menurunkan kematian neonatal pada bayi berisiko tinggi, dan integrasi nilai budaya lokal meningkatkan penerimaan serta keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa intervensi berbasis komunitas efektif meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir serta berkontribusi menurunkan angka kematian, khususnya bila mempertimbangkan konteks budaya lokal, sehingga disarankan pendekatan holistik, berbasis budaya, dan kolaboratif lintas sektor, disertai penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang pada berbagai konteks sosial-budaya.




