Identifikasi Indeks Massa Tubuh Rendah dan Tingkat Stres Terhadap Gangguan Menstruasi Pada Remaja Putri
DOI:
https://doi.org/10.54619/btt15k13Keywords:
Indek masa tubuh, tingkat stres, gangguan menstruasiAbstract
Pendahuluan: Studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Lohia, tercatat ada 144 siswa kelas X dan XI pada tahun 2025. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada 20 siswi kelas x dan XI ada 8 siswi yang memiliki Indeks Massa Tubuh rendah. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) Rendah dan Tingkat Stres terhadap Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 1 Lohia
tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel 59 responden siswi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT normal (54,2%), sedangkan siswi dengan IMT kurus (44,1%) dan siswi dengan IMT gemuk (1,7%). Tingkat stres mayoritas responden berada pada kategori normal (54,2%), diikuti stres ringan (16,9%), stres sedang (23,7%), dan stres berat (5,1%). Sebanyak 30 responden (50,8%) tidak mengalami gangguan menstruasi, sementara 29 responden (49,2%) mengalami gangguan menstruasi. Kesimpulan: Mayoritas remaja putri di SMAN 1 Lohia memiliki IMT normal, tingkat stres kategori normal dan tidak mengalami gangguan menstruasi




