Hubungan Budaya Makan dan Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian KEK pada Remaja SMAN 2 Raha
DOI:
https://doi.org/10.54619/84852280Keywords:
Budaya, Makan, Sosial, Ekonomi, KEK, RemajaAbstract
Pendahuluan: Kekurangan energi kronik pada remaja berpotensi mengganggu pertumbuhan, kesehatan reproduksi, dan produktivitas masa depan. Budaya makan dan kondisi sosial ekonomi keluarga dapat memengaruhi kecukupan asupan gizi remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya makan dan faktor sosial ekonomi dengan kejadian kekurangan energi kronik pada remaja SMAN 2 Raha.
Metode: Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan pendekatan potong lintang. Populasi adalah siswa kelas X dan XI sebanyak 684 orang. Sample akhir berjumlah 50 remaja dengan ukuran lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm yang diperoleh setelah skrining dari 86 siswa. Data dikumpulkn melalui kuesioner, observasi, dokumentasi, serta pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif frekunesi, persentase, dan tabulase silang.
Hasil: Responden laki-laki dan perempuan masing-masing berjumlah 25 orang. KEK ringan ditemukan pada 54% responden, sedang 24%, dan berat 22%. Mayoritas orang tua berpendapatan kurang dari Rp3.000.000 per bulan 68%. Frekuensi makan baik ditemukan pada 74% responden, jenis makanan tidak lengkap 50%, keragaman menu kurang 44%, dan picky eater 26%.
Kesimpulan: Budaya makan dan faktor sosial ekonomi perlu diperhatikan dalam program pencegahan dan penanganan kekurangan energi kronik pada remaja sekolah.
Downloads
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vocational Journal of Applied Health Scientific (VJAHS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Deprecated: urlencode(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u932114681/domains/ukpm.ac.id/public_html/e-journal/plugins/generic/pflPlugin/PflPlugin.php on line 216





