Evaluasi Tingkat Kontaminasi Timbal (Pb) pada Biota Laut yang Dikonsumsi Masyarakat Pesisir Teluk Kendari
DOI:
https://doi.org/10.54619/3z33rk74Kata Kunci:
Timbal, kerang kalandue, biota laut, Teluk Kendari, pencemaran logam beratAbstrak
Pendahuluan: Pencemaran logam berat timbal (Pb) di wilayah pesisir menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berpotensi mengancam kualitas ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat melalui konsumsi biota laut yang terkontaminasi. Teluk Kendari merupakan kawasan pesisir yang menerima berbagai masukan bahan pencemar dari aktivitas antropogenik sehingga diperlukan evaluasi terhadap keamanan biota laut yang dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kontaminasi logam berat timbal (Pb) pada kerang kalandue (Polymesoda erosa) yang dikonsumsi masyarakat pesisir Teluk Kendari.
Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional laboratorium. Sampel penelitian berupa 10 sampel kerang kalandue yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar timbal dilakukan di laboratorium menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan baku mutu cemaran logam berat berdasarkan SNI 7387:2009.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung logam berat timbal dengan kadar berkisar antara 0,0035–0,0061 mg/kg dan memiliki rata-rata sebesar 0,0047 mg/kg. Seluruh kadar Pb yang diperoleh masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat sebesar 1,0 mg/kg sehingga seluruh sampel memenuhi persyaratan keamanan pangan. Meskipun demikian, keberadaan Pb pada seluruh sampel mengindikasikan telah terjadi akumulasi logam berat pada biota laut di Teluk Kendari sehingga diperlukan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerang kalandue di Teluk Kendari masih aman dikonsumsi berdasarkan kandungan Pb, namun pengawasan terhadap sumber pencemar dan kualitas lingkungan pesisir perlu terus ditingkatkan.
Unduhan
Referensi
Auraningtyas, V., Majid, R., & Zainuddin, A. (2025). Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Kerang Kalandue (Polymesoda erosa) sebagai Bioindikator Pencemaran Lingkungan di Teluk Kendari. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 6(2).
Apriyanti, E. (2018). Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Kerang Polymesoda erosa L di Perairan Tanjung Bunga Makassar. Indonesian Journal of Environmental Education and Management, 3(2), 121–131.
Amriarni, A., Hendrarto, B., & Hadiyarto, A. (2012). Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Kerang Darah (Anadara granosa) dan Kerang Bakau (Polymesoda bengalensis) di Perairan Teluk Kendari. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(2), 45–50.
Abdullah, M., Al-Ghouti, M. A., & Abu-Dieyeh, M. (2022). Seasonal variation of heavy metals in coastal marine ecosystems and seafood safety. Environmental Science and Pollution Research, 29, 60180–60196. https://doi.org/10.1007/s11356-022-20588-0
Bai, J., Xiao, R., Cui, B., et al. (2021). Heavy metal accumulation and ecological risk assessment in estuarine shellfish: A review. Marine Pollution Bulletin, 170, 112676. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2021.11267
Food and Agriculture Organization. (2022). The State of World Fisheries and Aquaculture 2022. https://www.fao.org/3/cc0461en/cc0461en.pdf
Fernandes, A., Santoso, A., & Widowati, I. (2023). Kandungan Logam (Pb) pada Air, Sedimen, dan Jaringan Lunak Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Bandengan Kabupaten Kendal serta Batas Aman Konsumsi untuk Manusia. Journal of Marine Research, 12(1), 27–36.
Islam, M. S., Rahman, M. M., & Ahmed, M. K. (2024). Heavy metals in sediment and edible shellfish: Bioaccumulation and ecological implications. Marine Pollution Bulletin, 199, 116021. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2024.116021
Nurcahyani, N., Yasnani, Y., & Nurmaladewi, N. (2023). Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Biota Laut di Teluk Kendari. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 4(2).
Pratama, G., Andika, K., & Pardi, H. (2024). Kajian Kandungan Logam Berat Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) pada Beberapa Jenis Kerang di Perairan Pesisir Indonesia. Journal of Research and Education Chemistry, 6(2).
Sarkar, A., Giri, S., & Das, S. (2022). Heavy metal contamination in estuarine sediments and shellfish: Bioaccumulation and human health implications. Environmental Monitoring and Assessment, 194, 630. https://doi.org/10.1007/s10661-022-10333-2
Subarkah, M., Srikandi, E. D., Adami, A., & Sumarlin. (2021). Analisis Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Zinc (Zn) di Perairan PPS Kendari. Jurnal TELUK: Teknik Lingkungan UM Kendari, 1(1), 27–31.
Syarifuddin, M., & Sarto. (2018). Analisis Risiko Kesehatan Akibat Pajanan Timbal (Pb) dalam Biota Laut pada Masyarakat Sekitar Teluk Kendari. Berita Kedokteran Masyarakat, 34(10).
Wang, Y., Li, H., Zhang, X., et al. (2025). Environmental drivers affecting heavy metal accumulation in marine bivalves under changing coastal conditions. Science of the Total Environment, 955, 177239. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2025.177239
World Health Organization. (2023). Lead poisoning. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lead-poisoning-and-health
Yap, C. K., Chee, S. Y., & Cheng, W. H. (2023). Bivalves as bioindicators of heavy metal pollution in coastal ecosystems: A review. Regional Studies in Marine Science, 65, 103083. https://doi.org/10.1016/j.rsma.2023.103083
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Vocational Journal of Applied Health Scientific (VJAHS)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Deprecated: urlencode(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u932114681/domains/ukpm.ac.id/public_html/e-journal/plugins/generic/pflPlugin/PflPlugin.php on line 216





